Ruang Alumnus : RB Mampu Mengubah Hidup 180 Derajat

Hello Genk!

Menjadi Pramuka adalah jalan yang dipilih seseorang. Proses menjalaninya bukanlah hal yang singkat, melainkan jalan panjang dan tak berkesudahan. Walau sudah menjadi alumni, tetap pantang karakter yang dibentuk itu pupus diwisudakan! Ada banyak role model yang bisa dijadikan contoh. Kali ini, kita akan memuat tentang kisah singkat alumnus Racana Brawijaya yang dikenal sebagai KDR Putra yang “Tidak Setengah- setengah”.

Hartanto Mulyo Nugroho, atau akrab dipanggil dengan Kak Tanto, dulunya merupakan salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya angkatan 1998 yang menimba ilmu di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Meskipun masuk Universitas Brawijaya bukan merupakan cita-citanya, akan tetapi Kak Tanto menganggap itu semua merupakan sebuah proses, hal yang seringkali menjadi tanda tanya di benak seseorang, lantas … “apakah proses itu?”

Proses menurut Kakak kelahiran Surabaya, 15 juli 1980 itu adalah “Banyak pelajaran baru yang bisa diterima”, mulai dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan maupun hal sederhana, seperti beliau jadi pintar memasak. Hal seperti itu didapatinya melalui pengalamannya di organisasi. Nah, Kak Tanto akan membagikan pengalaman tersebut pada rubrik kali ini!

Semasa kuliah di Universitas Brawijaya, Kak Tanto tercatat mengikuti dua organisasi, yaitu Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (HIMATHRIK) dan UKM Racana Brawijaya. “Kunci” disaat seseorang memiliki organisasi lebih dari satu pada waktu yang bersamaan adalah dengan melihat dari sisi mana yang lebih penting (urgent), sehingga hal tersebut harus didahulukan. Akan tetapi, dalam mengikuti suatu organisasi juga tidak boleh setengah-setengah karena nantinya ilmu yang didapat juga tidak bisa maksimal. “Kuliah itu hakekatnya adalah pendewasaan pikiran dan berwawasan yang luas”, kata beliau menambahi.

Menurut kak Tanto, Racana Brawijaya telah mengubah hidupnya 180 derajat. Beliau belajar banyak hal yang mungkin oleh sebagian orang merupakan pernyataan yang berlebihan, tetapi memang benar itulah yang dirasakan Kak Tanto ketika masih berproses di Racana Brawijaya. Sebelum bergabung dengan RB (singkatan terkenal dari Racana Brawijaya), Kak Tanto merupakan seseorang yang introvert, pendiam, minder, dan penakut. Akan tetapi setelah bergabung dengan RB, senior-senior yang berada di dalamnya mengubah semua hal tersebut dan menjadikan bekal awal Kak Tanto bisa menjadi seperti sekarang, alumnus Diksarpram Angkatan ke-17.

Racana Brawijaya merupakan organisasi beliau saat masih menyandang status Mahasiswa Baru pada tahun 1998. Dari awal bergabung di Racana Brawijaya sudah memiliki tekad agar bisa menjadi KDR, karena hal itu merupakan sebuah target bagi Kak Tanto. Selama berproses di RB, beliau merasa bahwa Organisasi Kepanduan di Univeristas Brawijaya itu dapat membentuk karakter. Karakter merupakan hal yang penting. Dengan adanya karakter, Kak Tanto tidak merasa kebingungan saat berkarir karena, sudah mempunyai modal percaya diri, kemampuan organisasi, kemampuan public speaking, kemampuan meyakinkan orang (persuasi), dan yang penting adalah bahwa semua itu beliau dapatkan dari Racana Brawijaya. Terbukti, setelah lulus dari Universitas Brawijaya beliau kembali ke kampung halamannya di Jember dan mengawali karir dengan bekerja di PT. Dupont Indonesia. Saat ini beliau menjabat sebagai Dental Detailing Representative untuk Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Bandung.

Yang tak kalah penting adalah menjalani passion untuk bisa sukses. Kak Tanto berpesan untuk anggota RB bahwa “semakin besar umurmu, semakin besar tanggung jawabmu. Sekali join RB pantang tolak tugas dan pantang tugas tidak selesai. Kejar jabatan KDR karena disitu ilmu tertinggi seorang manajer”. Dalam berkarir, alumnus UB yang pernah menimba ilmu di SMA 2 Jember itu memiliki mindset dalam hidupnya bahwa harus ada target dicapai.

Ada tips untuk kakak-kakak nih! berdasarkan pengalaman beliau yang banyak itu, apabila pada saat berkarir nanti sempat ada hambatan atau merasa down, jangan lupa untuk:
1. Tetap percaya dengan agama dan keyakinan masing-masing
2. Berfikir positif meskipun dalam keadaan paling bawah
3. Terus berusaha sampai kita bangkit lagi dari keterpurukan kita
4. Ingat pada target yang kita susun dari awal
5. Ingat tanggung jawab kita sebagai seorang anak atau suami/istri

“Karena dulu saya hanya berpikir semua adalah proses, Jadi jalani proses itu dengan sebaik mungkin. Jangan terlena dengan kekecewaan dan membuang waktu. Sukses banyak jalannya tidak harus sesuai dengan cita – cita di awal”
Tutup Kak Tanto, alumnus UB 2005.

DATA PRIBADI
Nama : Hartanto Mulyo Nugroho
Tempat, Tanggal Lahir : Surabaya, 15 juli 1980
Agama : Islam
Alamat : Jember, Jawa Timur

RIWAYAT PENDIDIKAN:
1. SDN patokan 4 Situbondo
2.SMPN 1 Situbondo
3. SMAN 2 Jember
4. FPIK, Universitas Brawijaya

RIWAYAT ORGANISASI + JABATAN:
1. Ketua Divisi Organisasi, HIMATHRIK (Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan)
2. Ketua Divisi RT (Rumah Tangga), Racana Brawijaya
3. Ketua Divisi Dikbang (Pendidikan dan Pengembangan), Racana Brawijaya
4. Sekretaris Dewan, Racana Brawijaya
5. Ketua Dewan Racana (KDR), Racana Brawijaya

RIWAYAT PEKERJAAN:
1. PT Dupont Indonesia (USA)
2. PT Mayangsari Berlian Motor
3. PT Enseval Medika Prima (Kalbe Group)
4. PT Mersifarma TM
5. PT Mead Johnson Indonesia (USA)
6. GSK CH Indonesia (UK)

Bagikan ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top