Jambore Sampah III : Lihat Sampah, Ambil!

Dinas lingkungan hidup Kabupaten Malang sukses menggelar kegiatan Jambore Sampah yang ke 3 pada hari jumat tanggal 28 Februari 2020 bertempat di TPA Wisata Edukasi Talangagung, Kepanjen Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendidik kalangan anak-anak hingga dewasa untuk memahami pentingnya mengolah sampah. Kegiatan ini diikuti oleh 209 peserta, terdiri dari 51 orang pelajar SMP, 49 orang pelajar SMA, mahasiswa 38 orang, komunitas 39 orang, Karang Taruna 32 orang, dan panitia sebanyak 74 orang.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Dr. Budi Iswoyo pada pukul 13.00 WIB “ Dengan acara ini diharapkan tercipta lingkungan hidup yang bersih, sehat dan lestari. Hal ini merupakan salah satu visi dari tiga fokus landasan pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Malang” ujarnya.

Jambore Sampah ini juga diselenggarakan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Hari Peduli Sampah Nasional diperingati setiap tanggal 21 Februari, peringatan ini bertujuan untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi Jawa Barat pada 21 Februari 2005 yang merupakan peristiwa ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan Pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pemrosesan Akhir Leuwigajah.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian kelompok dan pemaparan materi oleh pendiri Sawung Baca yaitu Kang Sandi Mulyadi salah satu materinya yaitu mengenai Zerowaste Lifestyle yaitu gaya hidup yang meminimalisir penggunaan plastik contohnya menggunakan botol tumblr daripada botol plastik, menggunakan sedotan bambu atau stainless steel menggunakan lap kain daripada tissue, memakai pembalut kain daripada pembalut sekali pakai. Lalu pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter mengenai pulau sampah, penampilan wayang Wolak Walik oleh Ki Jum Kepanjen dan penampilan Talent Show dari masing-masing kelompok.

Keesokan harinya, kegiatan dimulai dengan senam oleh para peserta dengan dipandu oleh ibu-ibu PKK. Kemudian dilanjutkan dengan materi pilah sampah oleh Bapak Renung, lalu kegiatan dilanjutkan dengan melakukan shopping ilmu. Kegiatan tersebut terdiri dari pos-pos yang berisikan materi antara lain biopori, kompos, maggot, ekobrik, bank sampah, TPA, 3R dan TPSt. Setiap peserta diberi waktu untuk belanja materi tersebut. Masing-masing kelompok diberi kertas dan spidol guna memaparkan hasil shopping ilmu dengan membuat mindmap kemudian dipresentasikan bersama dengan kelompoknya. Sebagai puncak kegiatan diumumkan 10 peserta terbaik dan nantinya dari 10 tersebut diambil 3 orang untuk mengikuti Jambore Indonesia Sampah di Bandung pada bulan Oktober 2020. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat lebih peka terhadap lingkungan, sesuai dengan motto LISA “Lihat Sampah, Ambil”.

Ditulis oleh : Hikmatun Ni’mah & Roudhotul Fuida

Bagikan ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top